Apa yang bajik untuk bajingan

diposkan pada tanggal 4 Jan 2015 11.27 oleh Essy Eisen   [ diperbarui4 Jan 2015 11.45 ]
Dasar perenungan: Lukas 6:27-31

Bukan sekadar tidak melakukan apa yang jahat, tetapi dengan aktif, sengaja dan tulus, tetap serius melakukan kasih yang terbaik kepada semua orang, bahkan kepada orang yang paling menjengkelkan sekalipun! Ini dilakukan bukan untuk menunjukkan kehebatan diri sendiri. Ini dilakukan dengan kekuatan yang berasal dari Allah. Melalui kehadiran Yesus Kristus, kita pengikut-Nya telah melihat apa arti sesungguhnya dari cinta kasih yang menghasilkan pembaruan kehidupan. Cinta kasih yang selalu memberi. Cinta kasih yang membarui dunia ini.

Kapan terakhir kali kita mampu melihat kebaikan dalam diri orang yang kita anggap paling biadab? Kapan terakhir kali kita mendoakannya? Apakah tanggapan kita atas perilakunya itu hanya membuat perilaku jahatnya menjadi semakin buruk? Kapan terakhir kali kita memberikan pengampunan yang berangkat dari ketulusan?

“Kami percaya ya Allah, cara-Mu untuk menunjukkan apa arti kasih melalui karya Yesus Kristus itu sungguh-sungguh akan mengubahkan dunia ini. Kuatkan dan teguhkan hati kami untuk melanjutkan cara-Mu dalam mengasihi itu, saat kami harus menanggapi orang yang sudah berbuat jahat kepada kami. Amin.”