Allah sewot

diposting pada tanggal 12 Jul 2017 12.39 oleh Admin Situs
Merasa tahu, mengklaim diri bagian dari yang "hebat", lalu tiba pada kesimpulan yang luar biasa benar padahal kenyataannya salah! Rasanya itu yang membuat Allah sewot (Yes. 48:1-5). 

Bagaimana tidak, umat-Nya membangga-banggakan diri sebagai orang-orang yang mengakui dan mengenal kehendak Allah, tetapi tidak mengakuinya dengan sungguh-sungguh bahkan tidak tulus. Lain di pikiran, lain di hati, apalagi tindakan.

Dengan keangkuhan spiritual semacam itu, ke depan mereka berpotensi untuk berkoar-koar bahwa apa yang menjadi solusi dari permasalahan hidup di tanah pembuangan babel adalah karena kehebatan mereka dengan kecanggihan "berhala-berhala" pendukung. Sungguh menyedihkan sekali.

Jadi, memang Allah layak untuk sewot. Sebab kenyataannya bukan begitu. Apa yang mereka dulu alami, sedang alami dan akan alami sebagai umat-Nya, ada di dalam bimbingan hikmat-Nya, firman-Nya, kehendak-Nya. Bukan di dalam klaim diri dan kesimpulan yang berujung pada pemegahan diri sendiri. 

Semoga zaman sekarang pun kita belajar dari sewotnya Allah di masa lalu ini. Supaya kita selalu rendah hati, serius, tulus dalam menyimak Firman-Nya. Juga supaya kita tidak cepat menarik kesimpulan dalam peristiwa hidup yang menyedihkan, sebab  perhatikanlah, bahwa kesimpulan yang dibuat-Nya, jauh lebih indah dan mendatangkan damai sejahtera, ketimbang keangkuhan spiritual dan bisikan "berhala-berhala" yang kita buat sendiri.

EE
Comments