Renungan Harian

Jika Anda ingin berlangganan renungan harian ini melalui email, silahkan daftarkan email Anda di sini.

Akreditasi à la Yesus

diposting pada tanggal 20 Jul 2017 11.17 oleh Admin Situs

Akreditasi biasa digunakan oleh lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan, usaha jasa dan bidang publik lainnya untuk memperlihatkan kepada khalayak hasil kuantitas dan kualitas yang teruji secara obejktif dengan menggunakan ukuran-ukuran pengukur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah berdasarkan data dan fakta. 

Akreditasi bukan saja berguna bagi khalayak yang akan menggunakan jasa lembaga-lembaga itu, tetapi juga bagi lembaga-lembaga itu untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas yang baik dan bermanfaat.

Hidup mengikut Kristus membutuhkan tuntunan dan pembelajaran. Yesus menasihatkan kepada para pengikut-Nya untuk hati-hati dalam menerima pengajaran dan pengaruh yang dibawa oleh "orang-orang yang sepertinya baik" (Mat. 7:15-20). Lalu bagaimana mencermatinya? Cara menilainya dan mengukurnya mudah. Lihat dari "buahnya". Apakah pribadi, komunitas, bahkan dunia semakin menjadi lebih baik dengan pengajaran-pengajaran yang disampaikan? Atau?

EE

Orang sabar, rendah hati

diposting pada tanggal 20 Jul 2017 10.04 oleh Admin Situs

Kita menjadi tidak sabar saat apa yang ideal yang ada di kepala dan hati kita, tidak sesuai dengan apa yang kita lihat, dengar, saksikan, alami. Rasanya, harusnya, yang ideal yang dari kita dan punya kitalah yang seharusnya terjadi, bukan yang lain. Begitulah bumbu menjadi tidak sabar. Oleh sebab itu, untuk menjadi sabar, kita harus memutakhirkan prosesnya. Lihatlah bahwa apa yang ideal bagi kita, ternyata masih jauh di bawah idealitasnya Allah. 

Misalnya Abraham, yang disinggung oleh penulis Ibrani sebagai orang yang menanti dengan sabar (Ibr. 6:13-20). Ada yang menguasai pikiran dan hati Abraham selain idealitas dan keinginan dirinya semata, yaitu janji-janjia Allah. Berbekal kerendahan hati dan kesediaan untuk menempatkan idealitas diri dibawah idealitas Allah, Abraham beroleh apa yang mendatangkan damai sejahtera. 

Jadi, jika ingin menanti dengan sabar, salah satu modal pentingnya ialah ini: kerendahan hati.

EE

Lebih memperhatikan

diposting pada tanggal 20 Jul 2017 09.45 oleh Admin Situs

Masing-masing pribadi memiliki penilaian tertentu tentang apa yang penting, kurang penting dan tidak penting. Apa yang dianggap penting oleh satu orang bisa jadi tidak atau kurang penting bagi yang lain. Dalam kaitan dengan kebenaran hakiki yang membawa pada kebaikan, yaitu kebenaran yang sudah teruji oleh banyak orang dan tempat, cara penilaian sepihak mestinya dihindari. Sebab, jika seseorang menganggap tidak penting apa yang sebenarnya sangat penting, orang itu sedang mengalami kerugian besar karena pilihan yang salah.

Itu sebabnya penulis surat Ibrani mengajak pengikut Kristus untuk lebih memperhatikan lagi apa yang telah didengar, supaya tidak "terbawa arus" pemikiran yang dangkal (Ibr. 2:1-9). Peristiwa Yesus Kristus dengan segala yang dibuat-Nya bagi dunia ini, tidak dapat disangkali lagi sudah menghasilkan perubahan besar bagi dunia. Sungguh sangat disayangkan jika kebenaran-kebenaran yang disampaikan Kristus disia-siakan, hanya gara-gara kekeliruan menempatkan apa yang "perlu diperhatikan" dalam hidup.

EE

Rahasia orang dalam

diposting pada tanggal 18 Jul 2017 12.47 oleh Admin Situs

Berada di dalam lingkaran kasih Yesus, membuat kita pelan-pelan memahami bahwa setiap peristiwa kehidupan entahkah itu untung maupun malang, tetap memiliki makna manakala dijalani dalam tuntunan hikmat Kristus. 

Metode mengabarkan kebenaran dengan perumpamaan yang digunakan Yesus, melatih murid-murid dan kita juga saat ini untuk terus belajar (Mat. 13:10-17). Belajar apa? Belajar menggali, mencermati, merenungkan, memiliki cara pandang baru, untuk kemudian melakukan langkah-langkah nyata perubahan hidup yang berdampak bagi dunia. Memang tidak mudah. Adakalanya kita menjumpai orang yang tidak peduli tentang kebenaran. Atau jangan-jangan orang itu mungkin adalah kita sendiri? 

Tetapi meskipun begitu, Allah tetap pada kesetiaan-Nya untuk memperbarui bumi. Oleh sebab itu, manakala murid-murid menjumpai orang-orang yang abai dan enggan berubah, mereka diajar untuk tidak pernah mundur. Sebaliknya, mereka harus tetap melangkah maju, tetap memiliki, tetap mengupayakan apa-apa yang perlu sejalan dengan rencana Allah, berangkat dari apa-apa yang sudah dipahami dengan baik akibat kedekatan dengan Kristus dan hikmat-Nya. Apa yang didapat? Kebahagiaan.

EE

Mengerti, merasa, bertindak

diposting pada tanggal 18 Jul 2017 12.30 oleh Admin Situs

Ada apa di antara pengertian, perasaan dan tindakan? Ini penting dan serius untuk dicermati. Seperti apa yang Paulus nasihatkan kepada gereja Efesus: pikiran jangan diisi dengan yang gelap dan sia-sia. Perasaan jangan tumpul sehingga hawa nafsu malah mendominasi diri. Jika tidak hati-hati ujung-ujungnya berakhir pada keserakahan yang mematikan (Ef.4:17-5:2). 

Pengenalan kepada Kristus semestinya berujung pada pembaruan kehidupan. Bagaimana kita berkata-kata. Bagaimana kita kala marah. Bagaimana kita belajar dari kesalahan. Bagaimana kita berkomunikasi. Bagaimana mengakhiri dendam dan membangun peradaban. Semuanya dilakukan sebagai tanggpan yang sehat dari orang yang sesungguhnya sedang mendapatkan kesempatan baru untuk terus berubah dan memperbarui diri dari Allah di dalam Kristus, sang pemelihara kehidupan.

EE

Mengendalikan diri

diposting pada tanggal 18 Jul 2017 11.31 oleh Admin Situs   [ diperbarui18 Jul 2017 11.33 ]

Bukan melulu karena keinginan hawa nafsu dan bukan untuk memperdaya. Begitulah Paulus menasihatkan pengikut Kristus di Tesalonika terkait tentang bagaimana mereka memaknai relasi dengan pasangan hidup dan menjalin ikatan tali persaudaraan yang sejati (1 Tes. 4:1-8). Sebagai orang-orang yang berada di dalam masyarakat yang tidak mampu mengendalikan diri saat itu, mereka diajar dan ditantang untuk menghidupi pengendalian diri. 

Tentu pengendalian diri itu bukan upaya berangkat dari kekuatan diri sendiri saja, sebab saat orang mengikut Yesus, ia juga menerima kuasa kasih Allah di dalam Roh Kudus untuk melakukan apa-apa yang membangun kehidupan dengan semakin bersungguh-sungguh, lagi.

EE

Sudah tahu, lalu apa?

diposting pada tanggal 14 Jul 2017 12.06 oleh Admin Situs   [ diperbarui14 Jul 2017 12.06 ]

Melihat dan mendengar apa yang Yesus ajarkan, seperti melihat dan mendengar juga apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita. Jika dibaratkan hidup ini adalah sebuah perjalanan, maka bersama dengan firman dan pengajaran yang Yesus sampaikan, jalan hidup kita diterangi untuk mengarah kepada kedamaian dan segala yang baik.

Lalu bagaimana jika kita sudah mendengar, mengetahui apa yang Yesus ajarkan, tetapi tetap memilih untuk tinggal dalam pendapat dan pilihan kita sendiri? Yesus menjelaskan, bahwa ke depannya, apa yang kita pilih itu akan menghakimi kita. Jadi sungguh amat beruntung dan berbahagialah kita, jika yang kita pilih adalah: mendengar, mengetahui, percaya dan menghidupi ajaran dan firman yang Yesus sampaikan. Sebab apa yang ada di depan, menjadi tidak gelap lagi! Selengkapnya tentang hal itu ada di sini.

EE

Tidak tumpang tindih

diposting pada tanggal 14 Jul 2017 11.21 oleh Admin Situs

Pernahkah kita bertanya mengapa tulisan Paulus begitu banyak di dalam Perjanjian Baru? Jika kita membaca salah satu bagian tulisannya di dalam Roma 15:14-21, mungkin kita dapat menemukan alasannya. Paulus adalah salah satu murid Yesus yang produktif bukan saja dalam menulis, tetapi juga dalam melanjutkan kebaikan Yesus yang telah diterimanya kepada banyak orang. 

Salah satu metodenya yang terlihat jelas dari apa yang dikemukakannya ialah, sedapat mungkin ia menghindari karya tumpang tindih (overlap) dalam pekabaran Injil Kristus. Ada kerendahan hati, sekaligus kesediaan untuk menghargai karya yang dibuat oleh sesama pekabar Injil. Ada semangat untuk berkarya secara baru dalam lingkup hidup yang jamak.

Di dalam hidup kita sehari-hari, selalu ada sekian banyak cara supaya kebaikan Kristus dapat dialami oleh sebanyak mungkin orang. Mengasah, memperbaiki, mengkritisi karya yang dibuat oleh orang lain tentu baik. Tetapi juga menjadi lebih baik jika kita juga menghasilkan karya-karya hidup yang otentik, yang berdampak dalam berbagai lingkup tempat dan kesempatan yang terbuka lebar di dunia yang luas ini.

EE

Allah sewot

diposting pada tanggal 12 Jul 2017 12.39 oleh Admin Situs

Merasa tahu, mengklaim diri bagian dari yang "hebat", lalu tiba pada kesimpulan yang luar biasa benar padahal kenyataannya salah! Rasanya itu yang membuat Allah sewot (Yes. 48:1-5). 

Bagaimana tidak, umat-Nya membangga-banggakan diri sebagai orang-orang yang mengakui dan mengenal kehendak Allah, tetapi tidak mengakuinya dengan sungguh-sungguh bahkan tidak tulus. Lain di pikiran, lain di hati, apalagi tindakan.

Dengan keangkuhan spiritual semacam itu, ke depan mereka berpotensi untuk berkoar-koar bahwa apa yang menjadi solusi dari permasalahan hidup di tanah pembuangan babel adalah karena kehebatan mereka dengan kecanggihan "berhala-berhala" pendukung. Sungguh menyedihkan sekali.

Jadi, memang Allah layak untuk sewot. Sebab kenyataannya bukan begitu. Apa yang mereka dulu alami, sedang alami dan akan alami sebagai umat-Nya, ada di dalam bimbingan hikmat-Nya, firman-Nya, kehendak-Nya. Bukan di dalam klaim diri dan kesimpulan yang berujung pada pemegahan diri sendiri. 

Semoga zaman sekarang pun kita belajar dari sewotnya Allah di masa lalu ini. Supaya kita selalu rendah hati, serius, tulus dalam menyimak Firman-Nya. Juga supaya kita tidak cepat menarik kesimpulan dalam peristiwa hidup yang menyedihkan, sebab  perhatikanlah, bahwa kesimpulan yang dibuat-Nya, jauh lebih indah dan mendatangkan damai sejahtera, ketimbang keangkuhan spiritual dan bisikan "berhala-berhala" yang kita buat sendiri.

EE

Yesus memang beda

diposting pada tanggal 12 Jul 2017 11.43 oleh Admin Situs

Tahu dijahati, tetapi tidak membalas dengan kejahatan. Malahan Yesus mengambil langkah untuk mengalahkan kejahatan. Demikianlah terjadi dalam kisah pembasuhan kaki para murid di sini (Yoh. 13:1-17). 

Yudas merancangkan pengkhianatan, tetapi Yesus merancangkan sebuah model keteladanan mengasihi. Yudas ingin memuaskan tinggi hatinya, tetapi Yesus mencanangkan kerendahan hati sebagai model yang mengubahkan komunitas. Terbukti Dia sungguh berasal dari Allah. Sebab hanya Allah yang selalu berinisiatif membangun, mencipta, membarui. Tidak pernah Allah mencanangkan penghancuran, kebencian dan penganiayaan. Sebab Allah adalah kasih.

Melalui experiential learning ini Yesus terus menggugah dan mengajari kita dengan jelas. Bahwa dengan saling membasuh kaki, saling mengupayakan apa yang baik bagi yang lain maka pembaruan suasana hidup akan nyata dialami mengalahkan segala upaya yang jahat dan merusak. Yesus memang beda.

EE

1-10 of 49